Mobil pengangkut 7 juta butir Petasan berhasil disita


INDRAMAYU-Polres Indramayu kembali berhasil menggagalkan pengiriman jutaan butir petasan yang hendak didistribusikan ke sejumlah daerah, dalam sebuah operasi di jalan Pantura tepatnya di Jalan Raya Desa Karangsinom, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Senin (5/6) kemarin.

Kapolres Indramayu AKBP Polisi Arif Fajarudin melalui Wakapolres Indramayu, Kompol Ricardo Condrat Yusuf mengatakan, jutaan butir petasan itu diangkut menggunakan mobil truk Colt Diesel warna kuning bernopol E 9728 P yang dikemudikan HM (46), yang diduga oknum anggota Polri.

“Kita amankan sebanyak 7 juta butir petasan jenis korek api, yang dibawa menggunakan mobil truk diesel. Rencananya petasan itu akan dibawa ke Jakarta dan ke Jambi,” kata Ricardo.

Ricardo menuturkan, pengungkapan kasus itu bermula saat petugas dari Polsek Kandanghaur beserta Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu melakukan razia rutin terkait banyaknya knalpot bising sepeda motor dan lainnya.

Namun dalam perjalannya, petugas mendapat laporan dari warga adanya pengiriman petasan ke Jakarta dengan menggunakan mobil truk.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas pun memperketat razia. Tidak lama, sebuah mobil truk Colt Diesel warna kuning melintas dengan gelagat yang mencurigakan. Petugas pun lalu memberhentikan kendaraan tersebut.

Sang sopir truk HM yang diduga sebagai anggota Polri, berusaha menghindari kejaran petugas dengan menjalankan kendaraannya lebih cepat. Namun usahanya gagal, karena petugas dapat memberhentikan laju mobil itu.

“Saat dilakukan pemeriksan, petugas menemukan petasan jenis korek, yang dikemas dalam 665 dus kertas semen yang ditata rapih. Jumlahnya sekitar 7 juta butir,” ungkapnya.

Selain menyita 7 juta petasan, polisi juga mengamankan HM. Namun, terkait dugaan yang bersangkutan anggota kepolisian, menurut Ricardo, pihaknya masih melakukan pendalaman. Pasalnya, saat diamankan HM tidak membawa identitas keanggotaan kepolisian.

"Masih kita lakukan pendalaman, karena yang bersangkutan tidak membawa tanda pengenal. Jadi kami belum dapat memastikan," katanya.

Namun, Ricardo memastikan, jika nanti terbukti sebagai anggota kepolisian, yang bersangkutan akan mendapat sanksi tegas.

“Jika terbukti anggota Polri akan dikenakan sanksi kode etik kepolisian. Selain itu ia juga akan dijerat Undang-Undang Darurat RI No. 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.


sumber : Fajarnews.com

0 komentar:

Post a Comment test